SEKILAS INFO
  • 2 tahun yang lalu / Web resmi PPTQ Al Imam Hafsh sebagai Media untuk memudahkan Santri, Orang Tua Santri, dan Asatidz memperoleh Informasi terkini
  • 2 tahun yang lalu / Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pondok Pesantren Tahfizh Al Qur’an Al Imam Hafsh!!!
WAKTU :

Bolehkah Belajar Membaca Al-Quran Melalui Youtube?

Terbit 16 Desember 2019 | Oleh : admin | Kategori : Khazanah
Bolehkah Belajar Membaca Al-Quran Melalui  Youtube?

Saat ini, sudah mulai banyak orang yang belajar membaca Al-Quran melalui Youtube atau aplikasi tertentu, tanpa melalui guru langsung. Ini tentunya memberi kemudahan bagi orang hendak yang mau belajar membaca Al-Quran. Namun, bagaimana hukum belajar membaca Al-Quran melalui Youtube dalam Islam, apakah boleh?

Dalam Islam, belajar membaca Al-Quran harus talaqqi dan musyafahah langsung dengan guru. Tidak boleh hanya belajar membaca Al-Quran melalui Youtube. Yang dimaksud talaqqi adalah bertemu dan berhadap-hadapan langsung dengan guru, sementara musyafahah adalah mengetahui keluarnya huruf-huruf Al-Quran melalui lisan guru secara langusng.

Belajar membaca Al-Quran tidak boleh dengan cara otodidak melalui buku atau Youtube. Hal ini karena jika hanya belajar secara otodidak, maka besar kemungkinan banyak terjadi kesalahan dan tidak ada yang bertanggung jawab untuk membenarkan.

Berbeda jika belajar membaca Al-Quran dengan cara talaqqi dan musyafahah dengan guru secara langsung, jika terjadi kesalahan, maka ada guru yang bertanggung jawab untuk membenarkannya. Selain itu, belajar membaca Al-Quran dengan talaqqi dan musyafahah dengan guru secara langsung akan lebih bisa dipertanggung jawabkan dan lebih sesuai lebih mendekati bacaan Rasulullah Saw.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Kitabu Haqqit Tilawah berikut;

فعلى قارئ القرآن ان يأخذ قرائته على طريق التلقّى و الإسناد عن الشيوخ الآخذين عن شيوخهم كى يصل الى تأكد من أن تلاوته تطابق ما جاء عن رسول الله صلى الله عليه و سلم

Maka wajib bagi orang yang membaca Al-Quran untuk mengambil bacaan Al-Qurannya dengan cara talaqqi dan sanad dari guru yang telah mengambil dari guru-gurunya, agar bisa dipastikan bahwa bacaan Al-Qurannya sesuai dengan bacaan yang bersumber dari Rasulullah Saw.

Dalam kitab Hidayatul Qari’ juga disebutkan sebagai berikut;

ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯ ﻷﺣﺪ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺃﺧﺬ ﻛﺎﻣﻞ ﻋﻦ ﺃﻓﻮﺍﻩ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﺍﻟﻤﻘﺮﺋﻴﻦ ﺑﺎﻹﺳﻨﺎﺩ

Maka tidak boleh bagi seseorang membaca Al-Quran tanpa mengambil langsung dari lisan-lisan guru yang telah memiliki sanad bersambung hingga Rasulullah. Wallahu a’lam bis showab.

Sumber: https://bincangsyariah.com/kalam/belajar-membaca-al-quran-melalui-youtube/

SebelumnyaKitab-Kitab Tafsir Al-Qur’an Karangan Ulama Nusantara SesudahnyaMampukah Kita Membaca Ayat ini dengan Sepenuh Hati?

Berita Lainnya

0 Komentar